Kabartv- Makassar_Pemberlakuan sistem antrean ganjil genap dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di sejumlah SPBU Kota Makassar berdampak terhadap aktivitas pengemudi ojek online.
Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi dan mengurai antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.
Salah seorang pengemudi ojek online Shopee, Viank mengapresiasi kebijakan tersebut karena dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan antrean di SPBU. Namun, di sisi lain, ia mengaku sistem ganjil-genap turut memengaruhi aktivitasnya dalam mencari nafkah.
Menurut Viank, kebutuhan BBM (Pertalite) bagi pengemudi ojek online tidak dapat dipastikan setiap harinya. Penggunaan BBM sangat bergantung pada jumlah pesanan serta jarak perjalanan yang harus ditempuh.
Ketika orderan sedang ramai dan jarak pengantaran cukup jauh, BBM motor yang sebelumnya terisi penuh dapat berkurang hingga hampir habis dalam satu hari.
Dalam kondisi tersebut, pengemudi membutuhkan keleluasaan untuk kembali mengisi BBM agar tidak kehabisan bahan bakar saat menjalankan aktivitas.
Kondisi semakin menyulitkan karena saat ini pengemudi juga mengaku kesulitan menemukan penjual BBM eceran di sepanjang jalan sebagai alternatif ketika bahan bakar kendaraan menipis.
Viank berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat mengkaji kembali penerapan sistem antrean ganjil-genap di SPBU, khususnya dengan mempertimbangkan kebutuhan pengemudi ojek online yang menggunakan kendaraan sebagai sarana utama untuk mencari nafkah.
Ia berharap terdapat solusi yang tetap mampu mengurai antrean panjang di SPBU, namun tidak menghambat aktivitas masyarakat yang bergantung pada BBM untuk bekerja.
“Mohon dikaji kembali kebijakan antrian ganjil-genap di SPBU agar tidak menyulitkan pengemudi ojek online,” harapnya.












