Kabartv.id – Jeneponto — Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto bersama sejumlah pemangku kepentingan memperkuat upaya pengendalian HIV-AIDS melalui pertemuan monitoring dan evaluasi program di tingkat kabupaten, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan berlangsung di Aula Salewangan, Kabupaten Jeneponto, Senin 28 September 2026. Dan dihadiri KLinik Utama Apotek Dhani, Klinik Al Fatih, Puskesmas Tamalatea, Puskesmas Bontoramba, Puskesmas Embo, Puskesmas Tompobulu, Yayasan Gaya Celebes, PKBI, YPKDS, Mentor Lokal, serta Edi Subarga sebagai penjangkau PSP ( pekerja seks perempuan).
Kegiatan ini merupakan bagian dari asistensi teknis district mentoring atau pendampingan program HIV-AIDS yang dilaksanakan Yayasan Kasih Suwitno (YKS) sebagai Sub Recipient dari Kementerian Kesehatan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan di lapangan, sekaligus menyusun langkah tindak lanjut untuk meningkatkan kinerja layanan HIV-AIDS di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanti A Mansyur mengatakan monitoring dan evaluasi penting dilakukan secara berkala untuk memastikan program pengendalian HIV-AIDS berjalan sesuai target dan kebutuhan di lapangan.
Menurut Syusanti, evaluasi tidak hanya melihat capaian indikator program, tetapi juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi fasilitas pelayanan kesehatan serta mencari solusi bersama dengan melibatkan lintas sektor dan mitra terkait.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana capaian program, sekaligus mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi di lapangan. Dari hasil evaluasi ini, kita dapat menyusun langkah perbaikan secara bersama,” ujar Syusanti.
Kegiatan diikuti sekitar 25 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, mentor lokal, tim fasilitas pelayanan kesehatan yang didampingi, mitra komunitas, serta pihak terkait lainnya.
Agenda kegiatan meliputi analisis situasi HIV di Kabupaten Jeneponto, pemaparan capaian indikator program, refreshing program pada fasilitas pelayanan kesehatan dampingan, hingga diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut.
Program asistensi teknis ini merupakan bagian dari upaya akselerasi program HIV-AIDS yang dilaksanakan secara bertahap di 108 kabupaten/kota pada delapan provinsi prioritas di Indonesia.
Melalui pendampingan mentor lokal dan penguatan fasilitas pelayanan kesehatan, program diharapkan dapat meningkatkan capaian indikator layanan, memperkuat koordinasi antarpihak, serta mendorong perbaikan berkelanjutan dalam penanggulangan HIV-AIDS di tingkat daerah.
Pertemuan monitoring dan evaluasi di Jeneponto dijadwalkan berlangsung selama satu hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA, dengan metode paparan dan diskusi langsung antarpeserta.












