Kabartv_Makassar,- Peristiwa kebakaran tidak hanya menghilangkan tempat tinggal, tetapi juga meninggalkan luka psikologis pada anak.
Menyadari hal itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar langsung melakukan pendampingan psikoedukasi bagi anak-anak penyintas kebakaran Asrama Mattoanging, Jumat 4 September 2026.
Kegiatan yang digelar hari ini menyasar anak-anak yang terdampak, dengan pendekatan psikoedukasi melalui dongeng dan permainan.
DPPPA kolaborasi bersama Dinas Sosial Kota Makassar, dan menghadirkan pendongeng anak, Kak Madia, untuk membantu anak mengekspresikan rasa takut, cemas, dan sedih pasca kejadian.
Kepala Dinas DPPPA Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, menegaskan bahwa pemulihan mental anak harus menjadi prioritas setelah bencana.
“Anak adalah kelompok paling rentan terdampak bencana. Kalau lukanya tidak segera ditangani, bisa berdampak panjang ke tumbuh kembang dan rasa aman mereka. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan anak-anak tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ujar drg. Ita.
Menurut drg. Ita, tanda-tanda trauma pada anak seperti susah tidur, mimpi buruk, menarik diri, dan mudah marah perlu segera dideteksi. Karena itu orang tua dan pendamping juga diberikan edukasi agar dapat merespons anak dengan empati.
Senada, Kabid Perlindungan Khusus Anak DPPPA Kota Makassar, Isnaniah Nurdin, menjelaskan materi psikoedukasi dikemas ringan agar anak tidak merasa sedang “diterapi”.
“Hari ini kami hadirkan Kak Madia dengan dongeng tentang budi pekerti berbuat baik kepada sesama. Melalui cerita, anak-anak diajak berbagi, saling menolong, dan menemukan harapan baru,” jelas Isnaniah.
Dalam dongeng “Pelita Kecil”, Kak Madia menyampaikan pesan bahwa satu kebaikan kecil bisa menguatkan orang lain, terutama di masa sulit. Metode ini dipilih karena anak lebih mudah terbuka ketika diajak bermain dan bercerita.
Selain aspek psikologis, DPPPA Kota Makassar juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar anak penyintas terpenuhi, mulai dari tempat tinggal sementara, pakaian, hingga akses kembali ke sekolah.
DPPPA Kota Makassar berkomitmen melakukan monitoring dan pendampingan berkelanjutan hingga kondisi psikologis anak pulih dan mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.
Bencana dapat terjadi kapan saja. Namun anak berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan dukungan untuk bangkit.
DPPPA Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak dan peduli terhadap pemulihan korban bencana.(*)












