Kabartv_Gowa_Tim Siaga Sar Merah Putih terus bekerja ekstra menangani para pendaki yang mengalami gangguan kesehatan di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, dalam rangka pengamanan pengibaran Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI. Jumlah pendaki yang mengalami kendala fisik (trouble) melonjak tajam menjadi 31 orang. Mayoritas pendaki dievakuasi akibat menderita hipotermia, asma kelelahan parah, serta cedera kaki setelah melintasi jalur pendakian yang padat dan bersuhu dingin ekstrem.
Dari puluhan korban yang ditangani, sebagian besar telah berhasil dievakuasi ke posko Bulubalea untuk mendapatkan perawatan medis dari tim gabungan maupun rujukan ke Puskesmas Tinggi Moncong. Meski demikian, hingga Selasa pagi ini tim di lapangan masih berjibaku melakukan proses evakuasi terhadap satu orang pendaki yang mengalami cedera lutut parah di sekitar Pos 7 jalur Lembanna. Petugas terus berupaya membawa korban turun menuju titik aman dengan memperhitungkan kondisi medan yang terjal.
Sebelumnya, lonjakan pemantauan ini sejalan dengan melimpahnya jumlah peserta yang terdaftar di empat jalur perlintasan utama, yakni Pos Registrasi Bulu Balea, Tassoso, Kanreapia, dan Lembanna dengan total mencapai 3.786 pendaki. Menanggapi tingginya angka penanganan darurat hingga hari terakhir siaga khusus ini, 295 personel gabungan yang disebar di 8 titik strategis termasuk Lembah Ramma dan Puncak Bawakaraeng tetap disiagakan secara penuh untuk mengawal alur kepulangan para pendaki.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menegaskan bahwa penanganan keselamatan akan terus dilakukan hingga seluruh pendaki dipastikan turun dengan aman. Pihaknya mengimbau rombongan pendaki yang bergerak turun pada hari terakhir operasional siaga ini untuk saling menjaga, memperlambat tempo perjalanan jika ada anggota kelompok yang lelah, dan tidak ragu meminta bantuan ke pos siaga terdekat. Siaga Sar Khusus Merah Putih dipastikan tetap aktif hingga berakhirnya masa pengamanan pada 18 Agustus 2026.












