Kabartv_Jeneponto-Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis atau TBC melalui kegiatan Penemuan Kasus Tuberkulosis terintegrasi cek kesehatan 2026.
Kegiatan Active Case Finding atau ACF Tuberkulosis ini dilaksanakan di sejumlah wilayah kerja Puskesmas yang menjadi lokus kegiatan.
Klik link Youtobe dibawah untuk melihat video:
Pelaksanaannya dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, bersama Kepala Bidang P2PL dan jajaran, dengan melibatkan masing-masing Puskesmas di wilayah kerjanya.
Kegiatan ini juga didukung kolaborasi dengan tim radiografer dari Rumah Sakit Rumbia. Sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit, serta tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemeriksaan dan penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat.
Kegiatan ACF Tuberkulosis ini dilaksanakan secara bertahap mulai Juli hingga November 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanti A Mansyur mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan deteksi dini sekaligus menemukan masyarakat yang terindikasi TBC melalui pemeriksaan kesehatan secara terintegrasi.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan deteksi dini sekaligus menemukan masyarakat yang terindikasi TBC melalui pemeriksaan kesehatan secara terintegrasi,” kata Syusanti.
Menurutnya, penemuan kasus secara aktif dapat mempercepat proses diagnosis. Dengan demikian, masyarakat yang terkonfirmasi TBC dapat segera memperoleh pengobatan dan pendampingan dari tenaga kesehatan.
Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai gejala TBC, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas.
Tahun ini, pemeriksaan melalui X-Ray ditargetkan menyasar sekitar 100 orang masyarakat di setiap lokus. Kabupaten Jeneponto sendiri mendapatkan kesempatan pelaksanaan pada 96 lokus yang tersebar di seluruh wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto berharap kegiatan tersebut mampu menemukan kasus TBC lebih dini sekaligus membantu memutus mata rantai penularan di masyarakat. Pemeriksaan juga diintegrasikan dengan program cek kesehatan gratis atau CKG, termasuk skrining penyakit tidak menular lainnya.
Dinas Kesehatan Jeneponto mengajak masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
Deteksi dan pengobatan sejak dini dinilai penting untuk mencegah penularan sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Melalui sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat, program penemuan kasus TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan 2026 diharapkan mampu mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis di Kabupaten Jeneponto.












