Kabartv_Makassar–Penyaluran Kredit di semester pertama tahun 2026 di Sulawesi Selatan menunjukkan angka fantastis, penyaluran kredit sudah menyentuh angka Rp176,30 triliun. Data tersebut di rilis oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin dalam Media Breafing yang Kantor OJK Sulselbar Jalan Sultan Hasanuddin No.3-5 Makassar, Senin, 3 Agustus 2026 lalu.
Kinerja perbankan tumbuh positif seiring dengan tumbuhnya penyaluran kredit ke masyarakat. Kredit atau pinjaman dana ini berperan penting untuk menjaga iklim usaha warga Sulawesi Selatan, baik untuk Pelaku Usaha Mikro seperti UMKM dan Pengusaha Makro.
“Untuk penyaluran kredit mencapai Rp176,30 triliun ini tumbuh 5,27 persen di bandingkan total penyaluran kredit di bulan Juni tahun 2025 yang mencapai Rp167,47 triliun” Kata Moch Muchlasin.
Dari toral Rp176,30 triliun ini Rp91,89 Triliun atau sekitar 52,28%, tersalurkan ke kredit produktif atau usaha, sedangkan Rp82,50 triliun tersalurkan ke kredit konsumtif.
“Jadi Rp176,30 triliun itu 52,28 % di serap oleh sektor usaha atau di sebut juga kredit produktif” jelas Moch Muchlasin.
Untuk sebarannya penyaluran kredit produktif masih dominan di kota Makassar yang mencapai Rp83.404.196, di susul Kota Palopo Rp10.419.576 dan Bone Rp6.202.734. Kredit tersalurkan untuk usaha ke 8 sektor yakni sektor perdagangan besar dan eceran Rp37,96 triliun, pertanian,perburuan dan kehutanan Rp16,51 triliun, Industri pengolahan Rp7,53 triliun, Konstruksi Rp5,05 triliun,Real estate, usaha persewahan dan jasa perusahaan Rp3,90 triliun, Penyedia akomodasi dan penyediaan makan minum Rp3,65 triliun dan Listrik, Air dan gas Rp3,34 triliun.












