Claro Berhasil Kurangi 70% Sampah Ke TPA, Program Pilah Sampah Jadi Cuan

Lokasi Pemilahan Sampah Hotel Claro Makassar

Kabartv_Makassar– Hotel Claro Makassar berhasil mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang hingga sekitar 70 persen. Keberhasilan ini dicapai melalui pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri, bekerja sama dengan PT Bumi Raya.


Hotel yang merupakan bagian dari Phinisi Hospitality Group ini telah melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik sebelum Pemerintah Kota Makassar mewajibkan pemilahan sampah dari sumbernya.


Bersama PT Bumi Raya, program pemilahan dan pengolahan sampah di Hotel Claro Makassar mulai dilakukan secara lebih maksimal sejak Juni 2026. Proses pemilahan berlangsung di area pengolahan sampah yang berada di belakang hotel.


Chief Engineering Hotel Claro Makassar, Arman Sandy, mengatakan, pemilahan sampah sebenarnya telah dilakukan pihak hotel sejak sebelum adanya kebijakan pemerintah mengenai pemilahan sampah dari sumbernya.


Arman menjelaskan, terdapat delapan pekerja dari PT Bumi Raya yang bertugas memilah sampah. Mereka memisahkan sampah organik berupa sisa makanan dari sampah non-organik seperti plastik dan karton.


“Dari dulu sebenarnya sudah ada kita melakukan pemilahan sampah. Jadi setelah adanya kebijakan dari pemerintah bahwa diwajibkan untuk melakukan pemilahan sampah, kita tidak terlalu kaget karena dari awal memang sudah melakukan itu,” kata Arman, Sabtu (22/8/2026).


Menurut Arman, kerja sama dengan PT Bumi Raya membuat proses pengelolaan sampah di Hotel Claro menjadi lebih maksimal dan cepat.


“Setelah kami bekerja sama dengan PT Bumi Raya bulan Juni lalu, pemilahan sampah menjadi lebih maksimal dan lebih cepat,” lanjutnya.


Sementara itu, Direktur Utama PT Bumi Raya, Alvin, mengatakan Hotel Claro merupakan hotel pertama yang bekerja sama dengan perusahaannya dalam pengelolaan sampah.


Sejak kerja sama dimulai pada Juni 2026, volume sampah Hotel Claro yang sebelumnya mencapai sekitar 50 hingga 68 ton per bulan, kini turun menjadi sekitar 20 ton per bulan yang dikirim ke TPA Antang.


Penurunan tersebut mencapai sekitar 70 persen.
“Sebelumnya sampah yang dibuang Claro mencapai 50 hingga 68 ton per bulan. Sekarang paling banyak sekitar 20 ton per bulan, atau turun hingga 70 persen,” terang Alvin.


Sampah Diubah Menjadi Sumber Penghasilan
Selama dua bulan bekerja sama, pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi.


Sampah non-organik, seperti botol plastik, dipilah kemudian dijual ke pabrik untuk didaur ulang.
Sementara sampah organik berupa nasi, sayuran dan buah dipisahkan berdasarkan jenisnya sebelum dimanfaatkan sebagai pakan ternak.


“Kami ambil sampah non-organik seperti botol plastik, lalu dijual ke pabrik plastik untuk didaur ulang. Kalau sampah organik, kami pisahkan dulu jenisnya seperti nasi, sayuran dan buah, lalu kami bawa ke peternak sebagai pakan ternak sehingga tidak terbuang,” jelas Alvin.


Program pengelolaan sampah tersebut juga memberikan dampak sosial dengan membuka lapangan pekerjaan bagi warga Makassar.
Salah satunya Filla, warga Makassar yang kini bekerja sebagai petugas pemilahan sampah. Ia mengaku bersyukur mendapatkan pekerjaan di tengah sulitnya mencari lapangan kerja.


“Dengan adanya pekerjaan pemilahan sampah ini saya pribadi merasa terbantu. Sebelumnya pernah kerja, tetapi kontraknya tidak dilanjutkan sehingga hanya di rumah sebagai IRT. Selama kerja di sini, kami juga dapat ilmu cara memilah sampah dan pastinya mendapatkan upah yang alhamdulillah cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Filla.
Pengelolaan sampah dari sumbernya dinilai tidak hanya membantu mengurangi beban pemerintah dalam menangani sampah di TPA, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial.


Hotel Claro Makassar membuktikan bahwa pemilahan sampah dapat menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan menghasilkan nilai ekonomi dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *