Hukrim  

Resmi, Arie Dumais Mundur Sebagai Kuasa Hukum Bupati Gowa

Kabartv_Makassar–Arie Dumais, S.H., dari Arie Dumais Law Firm, menyatakan secara resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Bupati Gowa.Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan yang matang. Arie menyebut bahwa dalam perjalanan pendampingan hukum, telah terjadi perbedaan pandangan mengenai arah, langkah, dan strategi yang seharusnya ditempuh dalam menghadapi persoalan hukum yang sedang dihadapi klien.

Menurutnya, hubungan antara advokat dan klien tidak cukup hanya dibangun atas dasar surat kuasa, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, kesamaan visi, dan keselarasan strategi hukum.

“Saya menghormati sepenuhnya hak klien untuk menentukan siapa yang dipercaya mendampinginya. Namun dalam perjalanan waktu, saya melihat bahwa kami sudah tidak lagi berada dalam satu garis pandangan mengenai langkah dan strategi hukum. Dalam kondisi seperti itu, saya menilai mundur adalah keputusan yang paling profesional,” ujar Arie Dumais.

Ia menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut bukan bentuk konflik pribadi, bukan pula bentuk tekanan terhadap pihak tertentu. Keputusan itu semata-mata merupakan bagian dari tanggung jawab profesional seorang advokat.

Arie juga menyampaikan bahwa dirinya menghormati apabila mantan klien memilih untuk mendapatkan pendampingan dari tim hukum lain, termasuk pengacara yang dianggap lebih sesuai dengan arah dan kebutuhan hukum klien.

“Klien mempunyai kebebasan untuk memilih kuasa hukumnya. Saya tidak pernah mempersoalkan pilihan tersebut. Tetapi saya juga memiliki hak untuk menentukan bahwa apabila visi dan strategi sudah tidak sejalan, maka saya tidak ingin memaksakan diri untuk tetap berada dalam satu tim,” katanya.

Menjaga Independensi dan Integritas Profesi

Sebagai advokat dan pendiri Arie Dumais Law Firm, Arie menilai bahwa mempertahankan independensi dan integritas jauh lebih penting daripada sekadar mempertahankan posisi sebagai kuasa hukum.

Menurutnya, advokat harus memiliki keberanian untuk mengambil keputusan ketika hubungan profesional sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Bagi saya, menjadi kuasa hukum bukan hanya soal berada di samping klien ketika perkara sedang menjadi perhatian publik. Yang lebih penting adalah apakah kita masih bisa bekerja dengan kepercayaan, komunikasi, dan arah perjuangan hukum yang sama.”

Arie memastikan bahwa dirinya tidak akan membawa persoalan internal hubungan advokat dan klien ke ruang publik secara berlebihan. Ia juga menegaskan tetap menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama menjalankan profesinya.

“Saya memilih menyelesaikan hubungan profesional ini dengan cara yang baik. Tidak ada permusuhan. Tidak ada serangan pribadi. Hanya ada satu kesimpulan: kami sudah tidak sejalan dalam menentukan langkah hukum ke depan,” tegasnya.

Arie Dumais menyatakan bahwa setelah pengunduran diri tersebut, seluruh langkah hukum selanjutnya menjadi kewenangan Bupati Gowa bersama tim penasihat hukum yang dipilihnya.

“Saya mendoakan agar proses yang dihadapi mantan klien saya dapat berjalan dengan baik. Saya pergi bukan karena kalah, tetapi karena saya percaya bahwa dalam profesi ini, mempertahankan prinsip terkadang jauh lebih penting daripada mempertahankan posisi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *